Scroll untuk baca artikel
Shopee 12 12
Properti

Panduan Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Apabila Pemilik Awal Meninggal Dunia

85
×

Panduan Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Apabila Pemilik Awal Meninggal Dunia

Share this article
Panduan Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Apabila Pemilik Awal Meninggal Dunia

Pemilikan properti, khususnya tanah, kini dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang paling menguntungkan. Alasannya, harga tanah memiliki kecenderungan untuk meningkat dari waktu ke waktu. Faktor inilah yang mendorong banyak orang untuk memutuskan membeli tanah, tidak hanya sebagai bentuk investasi tetapi juga untuk mendirikan hunian.

Seusai proses pembelian, sangat disarankan untuk segera melakukan proses balik nama sertifikat tanah. Mengapa? Karena dengan demikian, Anda dapat menghindari berbagai potensi masalah di masa depan.

Tokopedia Waktu Indonesia Belanja

Akan tetapi, situasi menjadi sedikit rumit ketika Anda membeli tanah namun belum sempat melakukan proses balik nama, dan sayangnya pemilik tanah awal telah meninggal dunia. Hal semacam ini seringkali terjadi dan menimbulkan kebingungan bagi pembeli. Jangan khawatir, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Menemukan Ahli Waris Pemilik Sebelumnya

Pertama-tama, Anda perlu mengidentifikasi ahli waris dari pemilik tanah yang sudah meninggal. Mereka menjadi kunci dalam proses ini, karena ahli waris inilah yang berhak mengambil keputusan mengenai tanah tersebut.

2. Mengurus Surat Keterangan Waris

Setelah menemukan ahli waris, langkah berikutnya adalah mendapatkan surat keterangan waris. Dokumen ini sangat penting karena menjadi bukti sah yang menunjukkan pihak yang berhak mengelola tanah pasca kematian pemilik sebelumnya.

3. Melakukan Balik Nama Dari Ahli Waris

Sebelum Anda dapat memulai proses jual beli dengan ahli waris, mereka harus melakukan proses balik nama atau turun waris terlebih dahulu, mengubah status kepemilikan tanah dari nama pemilik yang telah meninggal ke nama mereka.

4. Penyerahan Dokumen Kepada PPAT

Banyak dokumen yang diperlukan untuk menjalankan proses ini. Untuk pihak penjual atau ahli waris, dokumen-dokumen tersebut meliputi:

  • Sertifikat tanah asli
  • SPPT PBB tahun terakhir beserta bukti pembayaran
  • Fotokopi KTP, KK, serta surat keterangan kematian
  • Fotokopi surat keterangan waris yang sudah dilegalisasi
  • Fotokopi NPWP

Jika pemilik awal sudah menikah, Anda memerlukan fotokopi surat nikah. Sebaliknya, jika belum, Anda perlu surat keterangan belum menikah.

Sementara itu, untuk pihak pembeli, Anda perlu menyiapkan:

  • Fotokopi KTP, KK, dan NPWP.

5. Proses Pembuatan AJB Oleh PPAT

PPAT akan mengambil alih setelah dokumen diserahkan dan mulai menyusun AJB. Dalam proses ini, mereka juga akan memverifikasi keabsahan sertifikat tanah dan status kepemilikannya.

6. Proses Pengajuan Ke BPN

Setelah semua prosedur dan dokumen disiapkan dengan sempurna, PPAT akan mengajukan semua berkas tersebut ke BPN. Tujuannya adalah untuk mengganti nama pemilik tanah sebelumnya dengan nama pembeli. Proses ini bisa memakan waktu antara 5 hari hingga 1 bulan.

Prosedur Balik Nama Tanpa Perantara PPAT

Jika Anda merasa lebih nyaman, Anda juga dapat melakukan proses balik nama tanah tanpa melalui PPAT.

Caranya, Anda cukup mendatangi kantor BPN di wilayah tempat properti Anda berada, membawa seluruh dokumen yang diperlukan termasuk surat keterangan waris, membayar biaya yang ditentukan, dan menunggu hingga proses balik nama selesai, yang biasanya memakan waktu sekitar 38 hari.

Memahami setiap langkah dalam proses ini memastikan bahwa Anda dapat menjalankan proses balik nama tanah dengan lancar, meskipun pemilik sebelumnya sudah tidak ada.

Sebagai catatan tambahan, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli hukum atau notaris. Mereka dapat memberikan Anda wawasan yang lebih mendalam dan informasi yang lebih akurat mengenai seluruh prosedur ini.