Scroll untuk baca artikel
Shopee 12 12
Asuransi

Mengenal Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

60
×

Mengenal Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Share this article
Mengenal Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Dalam masyarakat modern, asuransi jiwa telah menjadi salah satu alat keuangan yang dikenal luas. Namun, banyak kesalahpahaman yang muncul mengenai esensi dari uang pertanggungan asuransi jiwa, khususnya ketika orang-orang menganggapnya sebagai warisan. Mari kita jelaskan konsep dan perbedaan mendasar antara keduanya.

Uang pertanggungan asuransi jiwa adalah sejumlah uang yang disetorkan oleh perusahaan asuransi kepada penerima manfaat saat tertanggung meninggal dunia. Ini adalah hasil dari sebuah kesepakatan antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Tokopedia Waktu Indonesia Belanja

Sementara warisan adalah harta yang ditinggalkan oleh seseorang setelah kematian mereka, yang akan dibagikan sesuai dengan ketentuan hukum waris.

Ada kalanya kita melihat iklan atau pesan promosi dari agen asuransi yang secara implisit atau eksplisit menyamakan uang pertanggungan dengan warisan. Namun, ini adalah pandangan yang keliru.

Di Indonesia, hukum waris terdiri dari tiga jenis: Hukum Waris KUHPerdata, Hukum Waris Islam, dan Hukum Waris Adat. Setiap hukum memiliki panduannya sendiri dalam menentukan pembagian harta kepada ahli waris. Namun, pada dasarnya, semua bentuk hukum waris didasarkan pada hak dan warisan dari orang yang telah meninggal.

Sebaliknya, prinsip dasar asuransi jiwa berkaitan dengan insurable interest. Ini adalah prinsip yang mendasari dampak finansial yang bisa terjadi jika seseorang mengalami musibah. Oleh karena itu, saat berbicara tentang warisan, kita berbicara tentang ahli waris, sementara dalam konteks asuransi jiwa, kita berbicara tentang penerima manfaat, yang ditunjuk oleh tertanggung.

Asal usul dana dari kedua entitas ini juga berbeda. Harta waris berasal dari kekayaan yang diperoleh oleh pewaris selama hidupnya, yang kemudian menjadi milik ahli waris setelah kematian pewaris.

Namun, uang pertanggungan asuransi jiwa berasal dari iuran premi yang dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi. Jika kita melihat asuransi konvensional, dana ini sebenarnya berasal dari aset perusahaan asuransi itu sendiri.

Kemudian ada beberapa skenario praktis yang bisa membantu kita memahami perbedaan antara warisan dan uang pertanggungan. Misalnya, saat ahli waris ingin membalik nama aset warisan, mereka mungkin perlu membayar biaya tertentu, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Ini adalah proses yang memerlukan dana, dan di sinilah uang pertanggungan asuransi jiwa bisa menjadi sangat berguna. Dengan klaim asuransi, ahli waris dapat menggunakan dana tersebut untuk membantu biaya-biaya tersebut.

Selain itu, jika pewaris telah mempersiapkan dana untuk pendidikan anak-anaknya tetapi meninggal sebelum cukup dana terkumpul, uang pertanggungan asuransi jiwa bisa menjadi penyelamat. Dengan dana ini, keluarga dapat memastikan bahwa pendidikan anak tetap berjalan dengan lancar, meskipun dalam kondisi yang tidak diinginkan.

Untuk menyimpulkan, meskipun uang pertanggungan asuransi jiwa mungkin tampak seperti warisan dalam beberapa konteks, kedua konsep ini sebenarnya berbeda secara fundamental. Asuransi jiwa didesain untuk memberikan perlindungan finansial dalam situasi tertentu, sementara warisan adalah distribusi kekayaan seseorang setelah kematian mereka.

Keduanya memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan kita, dan memahami perbedaan ini adalah kunci untuk membuat keputusan keuangan yang bijaksana.