Scroll untuk baca artikel
Shopee 12 12
Peluang Bisnis

Tips Mendirikan Usaha Setelah Di-PHK, Jangan Berhenti Bermimpi!

85
×

Tips Mendirikan Usaha Setelah Di-PHK, Jangan Berhenti Bermimpi!

Share this article
Tips Mendirikan Usaha Setelah Di-PHK, Jangan Berhenti Bermimpi!

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seringkali menjadi ujian berat bagi banyak individu, menggoyahkan kepercayaan diri dan memunculkan kebingungan akan langkah karier berikutnya. Namun, tak jarang, momen pahit ini justru menjadi peluang emas bagi sebagian orang untuk berhenti dari jalur pekerjaan konvensional dan beralih menjadi pengusaha.

Beralih ke dunia kewirausahaan tentunya bukan tanpa rintangan dan tantangan. Namun, memiliki usaha sendiri berarti kita memiliki kendali penuh atas nasib kita, tanpa tergantung pada keputusan sebuah perusahaan. Bagi Anda yang mungkin merasa kehilangan arah pasca PHK, berikut beberapa saran untuk memulai usaha:

Tokopedia Waktu Indonesia Belanja
  • Refleksi Pasca PHK: Kehilangan pekerjaan bisa mendorong kita untuk merenung dan mengevaluasi apa yang sebenarnya kita inginkan dalam karier. Menurut laporan BizReport, dari 100 orang yang di-PHK, 13 di antaranya memilih jalan kewirausahaan. Hal ini menunjukkan bahwa, meski ada ketidakpastian, mengendalikan usaha sendiri bisa menjadi alternatif menarik daripada kembali ke pekerjaan konvensional.
  • Memilih Jalur Kewirausahaan: Beberapa profesi cenderung memiliki kemudahan transisi ke dunia kewirausahaan. Misalnya, insinyur perangkat lunak sering kali memanfaatkan keahlian mereka untuk mendirikan startup teknologi. Sedangkan, mereka yang pernah berada di posisi manajerial memiliki keterampilan kepemimpinan yang bisa diaplikasikan dalam mengelola usaha.
  • Pandangan Baru Tentang PHK: Banyak individu melihat PHK bukan sebagai akhir dari segalanya, tetapi sebagai awal dari suatu petualangan baru. Beberapa mungkin melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka jauh lebih berharga daripada penilaian perusahaan sebelumnya. PHK bisa menjadi pemicu bagi mereka untuk mengembangkan ide-ide brilian dan menerapkannya dengan sepenuh hati, hingga pada akhirnya sebuah usaha pun bermunculan.
  • Menemukan Makna dan Hasrat: Setiap orang memiliki hasrat dan impian yang mungkin terpendam saat bekerja di bawah struktur korporasi. Setelah PHK, inilah saatnya untuk merefleksikan kembali apa yang sebenarnya diinginkan dan mengejar impian tersebut.

Tentunya, perjalanan memulai bisnis bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan tekad kuat, persiapan yang matang, dan dukungan dari orang-orang terdekat, setiap tantangan bisa menjadi peluang. Bagi Anda yang di-PHK, mungkin inilah saatnya untuk berhenti meratapi nasib dan mulai menulis cerita sukses Anda sendiri!

Langkah-langkah Memulai Usaha Pasca PHK

Jika Anda baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja, jangan putus asa. Berikut adalah panduan sederhana untuk memandu Anda kembali beraksi dan membangun bisnis sendiri:

1. Tentukan Bidang dan Sektor Bisnis Anda

Sebelum melangkah lebih jauh, tentukan terlebih dahulu sektor dan jenis bisnis yang ingin Anda tekuni:

  • Menggali Keahlian dan Pengalaman: Mungkin ide bisnis Anda berakar dari keahlian atau pengalaman kerja Anda sebelumnya. Pertimbangkan keahlian Anda sebagai fondasi untuk bisnis baru. Pham mengatakan, “Memulai dari apa yang Anda ketahui dan miliki dapat menjadi landasan yang kuat untuk bisnis Anda.”
  • Bisnis dengan Modal Awal Minimal: Memulai usaha dengan modal yang terbatas? Fokus pada bisnis yang membutuhkan investasi awal minimal tetapi tetap menguntungkan. Seperti yang disebutkan oleh Pham, layanan konsultasi, pelatihan, atau layanan virtual bisa menjadi pilihan yang baik.
  • Berdasarkan Hobi atau Minat: Ada ide bisnis yang berawal dari hobi atau minat pribadi. Jika Anda memiliki ketertarikan khusus, misalnya pada produk ramah lingkungan, Anda bisa mengembangkannya menjadi sebuah brand.
  • Eksplorasi Dunia Digital: Kemajuan teknologi saat ini memberi banyak peluang bisnis. Apakah Anda tertarik dengan konten digital atau memiliki kemampuan dalam bidang teknologi? Mungkin Anda bisa menciptakan solusi berbasis teknologi atau memanfaatkan platform digital untuk bisnis Anda. Seperti yang Pham sebutkan, banyak peluang dalam pengembangan dan monetisasi aset digital.

2. Optimalkan Jaringan saat Mengawali Usaha

Keberhasilan bisnis seringkali terkait erat dengan bagaimana Anda memanfaatkan hubungan dan koneksi Anda. Mengawali usaha adalah momentum yang tepat untuk memaksimalkan hubungan-hubungan profesional yang telah Anda jalin sebelumnya.

Pham menyarankan agar memanfaatkan semua kontak profesional yang sudah dibangun selama berkarier di tempat kerja sebelumnya.

3. Transformasikan Ketidakpastian Menjadi Dorongan Berbisnis

Mengalami pemutusan hubungan kerja mungkin mengundang berbagai perasaan, mulai dari kesedihan hingga ketidakamanan. Namun, dengan perspektif yang tepat, situasi tersebut bisa menjadi titik balik positif.

Pham berpendapat, “Menghadapi PHK bisa dilihat sebagai kesempatan tersembunyi jika kita mampu melihat sisi positifnya. Keadaan tersebut memberikan kesempatan untuk merefleksikan pilihan dan ambisi hidup, serta membuka peluang menemukan ide-ide segar yang bisa diubah menjadi usaha menguntungkan.”

Lebih lanjut, PHK juga memberikan ruang bagi Anda untuk lebih memahami minat serta tujuan hidup, dan kemudian merumuskan ide bisnis yang sesuai dengan passion Anda.

“Alihkan emosi pasca-PHK menjadi energi positif untuk memotivasi usaha Anda di masa depan,” tambah Pham.

4. Beri Diri Anda Waktu Sebelum Memulai Usaha

Walaupun ada dorongan kuat untuk segera memulai usaha baru pasca-PHK, keputusan terburu-buru tanpa persiapan matang bisa berisiko.

Pham menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum memulai usaha. “Banyak yang terjebak dalam euforia memulai bisnis tanpa perencanaan yang matang, terutama setelah menghadapi PHK. Meski beberapa mungkin beruntung, namun kebanyakan berakhir dengan kegagalan,” jelasnya.

Dia menyarankan untuk mendalaminya lebih jauh, seperti melakukan studi pasar, mengenali potensi celah di pasar, memahami kompetisi, mengerti target konsumen, serta merancang strategi bisnis yang solid.

Terakhir, berwirausaha bukan untuk semua orang. Jika Anda merasa ragu atau kurang bersemangat, ada baiknya mempertimbangkan kembali. Meluangkan waktu untuk merenung bisa membantu Anda memutuskan apakah berwirausaha adalah langkah yang tepat untuk Anda.